Home > Berita > Petani Mengubah Waktu Tanam Cabai

Petani Mengubah Waktu Tanam Cabai

Sejumlah petani cabai di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengubah pola tanam untuk mengantisipasi anjloknya harga komoditas tersebut di saat panen raya.

“Merosotnya harga sejumlah sayuran seperti yang terjadi saat ini menjadikan petani cabai harus berani melawan arus dengan mengubah pola tanam agar harga komoditas ini tidak terlalu anjlok di saat panen raya,” kata anggota Kelompok Tani “Sri Rejeki”, Suwito (45), di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Minggu (17/4/2011).

Petani yang biasanya menanam cabai ketika musim kemarau, kata dia, kini mengubah waktu tanamnya menjadi saat musim hujan.

Dengan demikian, petani cabai di Kutabawa dapat menjual hasil panennya ketika sudah tidak ada panen raya.

Menurut dia, perubahan pola tanam ini ternyata mampu menyiasati merosotnya harga cabai ketika panen raya.

“Harga cabai saat ini relatif normal, tidak seperti sayuran lainnya yang juga sedang panen raya,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Penyuluh Kecamatan Karangreja, Rachmat mengatakan, perubahan pola tanam yang dilakukan petani merupakan terobosan bagus.

Namun, perubahan pola tanam tersebut menjadikan petani harus menambah biaya produksi khususnya untuk pengolahan lahan.

“Penambahan biaya produksi ini terkait kebutuhan biaya per batang. Ketika ditanam di musim hujan, satu batang tanaman cabai memerlukan ongkos Rp 4.500 sedangkan di musim kemarau hanya Rp 3.000,” katanya.

Jumlah petani cabai di Kecamatan Karangreja sebanyak 256 orang dan luas lahan mencapai 64 hektar dengan produksi sekitar 384 ton setiap panen.

“Cabai merah besar jenis Hot Beauty tersebut ditanam petani untuk memasok kebutuhan dua perusahaan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kutabawa Supono mengatakan, dalam nota kerja sama yang telah ditandatangani perusahaan dan kelompok tani disebutkan, harga cabai merah besar jenis Hot Beauty, yang dipasok petani sebesar Rp 10 ribu per kilogram.

“Kalau harga cabai merah besar yang biasa dijual di pasaran (bukan Hot Beauty, red.) saat ini hanya Rp 6.000 per kilogram,” katanya.

Link : http://regional.kompas.com/read/2011/04/17/10534267/Petani.Mengubah.Waktu.Tanam.Cabai

Categories: Berita Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: